27 Februari 2012

Seaburn Legend Singgahi Sabang

Boyong 203 Pelancong SABANG - Kapal Pesiar Seaburn Legend yang pernah digunakan dalam film Holliwood “Speed 2” dibintangi Sandra Bullock, akan singgah di dermaga Pelabuhan BPKS Sabang, Kamis (23/2) mulai pukul 08.00-18.00 WIB. Kapal pesiar ini membawa 203 turis mancanegara yang akan berwisata di Pulau Weh tersebut. Kadis Dinas Pariwisata Sabang, Yusfa Hanum MM didampingi Kabid Pemasaran, M Ali Taufik MM, Selasa (21/2) mengatakan, kebanyakan penumpang kapal berasal dari Inggris. Seaburn Legend merupakan kapal pesiar berukuran 135x50 meter. Kapal ini sebelumnya tak termasuk ke dalam empat yacht yang akan masuk ke Sabang. Karena pihak Seaburn Legend sempat menunda, namun belakangan mengkonfirmasi lagi kedatangannya ke Sabang. “Kita telah siap menyambut mereka, 40 pengusaha sudah memastikan akan ikut dalam bazar yang digelar di area dermaga. Ada bazar souvenir, produk kuliner seperti kopi dan makanan khas Aceh, serta atraksi wisata seperti paket diving, snorkling paket, dan berkeliling kota Sabang,” kata Taufik. Dia menambahkan, warga bisa mengunjungi lokasi bazar, namun tetap dibatasi untuk lokasi yang telah ditentukan.(gun) sumber : www.serambinews.com

24 Februari 2012

Visa Survey: Indonesia faces bright tourism prospects

The Global Tourism Intentions Survey undertaken by Visa for the sixth time disclosed that Indonesia’s tourism prospects in the coming two years are bright. Indonesia has become a choice destination for seekers of the outdoors, water sports, food and spa said Ellyana Fuad, President Director of PT visa Worlwide Indonesia, reported Bisnis Indonesia. Indonesia can expect an increasing number of professionals and young businessmen in particular from Singapore, Malaysia, Taiwan and Australia. Reasons given were among others, the political stability of the country, beautiful nature, and attractive travel destinations. These tourists are expected to spend at least US$ 1,500 per visit, staying an average 9 nights in Indonesia. They are on average in the 34 years age group and prefer to stay at three-stars to four-stars hotels. Most have been to Indonesia before, and are looking forward to enjoy relaxing spa treatment. Their preference is to travel with their partner and choose their own destination. They are also happy to spend more on delicious food, exotic destinations and the opportunity to enjoy new cultures. Other survey findings are that 54% of those wishing to visit Indonesia are men, 46% women, 38% are unmarried, 10% are married, and 47% have one or more children. Average earning is US$ 1,850/month. The survey included 11,620 respondents from 23 countries. Indonesia targets to welcome 8 million tourists in 2012 spending US$ 8.98 billion, up from 7.7 million arrivals this year, Deputy Minister for Tourism and Creative Economy, Sapta Nirwandar, said that Indonesia’s target this year is between 7.5 million to 7.7 million arrivals. Therefore, having surpassed the minimum in November, Indonesia should end with above 7.6 million to 7.7 arrivals this year. Considering that December is peak holiday season. At the close of 2011, choice tourist destinations in Indonesia are reporting full house, from Bali to Bandung, Yogyakarta,and destinations around Jakarta like Anyer, Puncak , Sukabumi, are all reported fully booked with domestic as well as international tourists eager to ring in the new year. source : www.indonesia.travel

15 Juli 2011

SABANG DESTINASI BARU WISATAWAN EROPA



oleh Halim El Bambi


KOPENHAGEN (14/07/2011) - Direktur Assosiasi Tour dan Travel Denmark Lars Thykier menerima kunjungan Wali Kota Sabang Munawar Liza Zainal di kantornya di Kopenhagen Selasa (13/07) pukul 15.00 waktu setempat. Pada pertemuan tersebut Lars Thykier didampingi perwakilan perusahaan penerbangan Singapore Airlines Trine Jacko dan Thai Airway, Flemming Sonne. Sedangkan Munawar Liza didampingi Deputi Umum BPKS Lukman Age, Kepala Bidang Promosi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Sabang M. Ali Taufik, Ketua Rumoh Aceh Internasional Fauzi Umar serta tokoh masyarakat Aceh Denmark Zulkifli Yahya.

Munawar Liza menyampaikan bahwa pertemuan dengan pihak Assosiasi Tour dan Travel serta perusahaan penerbangan di Denmark dimaksudkan untuk mempromosikan potensi alam dan pariwisata Aceh khususnya Sabang kepada masyarakat Eropa. “Tour agency dan perusahaan penerbangan merupakan jaringan penting yang harus dibina untuk memajukan suatu kawasan pariwisata” kata Munawar.

Dalam pertemuan itu, Lars Thykier menyambut baik gagasan Walikota Sabang dan menyampaikan bahwa Sabang merupakan destinasi baru bagi turis di Eropa yang sangat potensial untuk dikembangkan. Lars juga menambahkan bahwa sebagai destinasi baru semua stakeholder pariwisata di Sabang perlu kerja keras untuk membangun jaringan yang kuat yang memperkenalkan Sabang ke masyarakat dunia. Sementara di Sabang sendiri, infrastruktur seperti penerbangan langsung dan fasilitas pendukung lainnya juga perlu disiapkan dengan baik.

Assosiasi Tour dan Travel Denmark juga mengundang Pemerintah Kota Sabang untuk berpartisipasi dalam program-program promosi yang mereka laksanakan, yang menurut Lars sangat strategis dalam memperkenalkan Sabang secara lebih jauh kepada dunia pariwisata di Eropa.

Diterima Duta Besar RI untuk Denmark

Sebelumnya delegasi Pemko Sabang, BPKS dan House of Aceh diterima Duta Besar RI untuk Denmark dan Lituania Abdul Rahman Saleh di kantor Kedubes RI di Kopenhagen. Munawar secara khusus menyampaikan pesan khusus Gubernur Aceh Irwandi Yusuf agar pihak kedutaan juga turut membantu mempromosikan potensi sumberdaya alam dan pariwisata Aceh kepada masyarakat Eropa. Abdul Rahman Saleh yang juga mantan Jaksa Agung tersebut menyambut baik harapan tersebut dan menyatakan siap untuk membantu dan mempromosikan Aceh pada masyarakat Eropa.

Selain itu pihak kedutaan juga menawarkan kerjasama untuk menggalakkan investasi pengusaha di Eropa ke Sabang, mengingat Sabang merupakan kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas yang tentunya akan menarik minat banyak investor menanamkan modalnya di Aceh. Tawaran ini disambut positif oleh delegasi Aceh dan berniat akan menyusun misi investasi yang lebih komprehensif dengan melibatkan pengusaha lokal di masa yang akan datang.(FU/HELB-Network).

Sumber : http://www.facebook.com/notes/halim-el-bambi/sabang-destinasi-baru-wisatawan-eropa/10150259094108153

Artikel terkait :

Kemajuan Sabang Ditangan Pengusaha
Empat peluang invstasi sektor pariwisata di Sabang

25 Juni 2011

Kemajuan Sabang ada di Tangan Pengusaha

SABANG -Wakil Walikota Sabang, Islamuddin ST, mengungkapkan, salah satu kunci kesuksesan suatu daerah adalah memiliki pengusaha yang tangguh. Karenanya, melalui pengukuhan Pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Kota Sabang, Islamudin berharap para pengusaha muda ini benar-benar dapat berperan untuk meningkatkan perekonomian Sabang.

“Sesuai temanya, Perdagangan Bebas Sabang Sebagai Investasi Menumbuh Semangat Saudagar, maka salah satu kunci kesuksesan Sabang adalah pengusaha yang tangguh,” kata Islamuddin ST, sebagaimana isi siaran pers yang diterima Serambi, Sabtu (25/6) Dikatakan, dengan telah terbentuknya organisasi pengusaha ini, diharapkan salah satu kunci utama kesuksesan pengembangan Sabang ke depan. “Pengusaha muda Sabang kita harapkan akan menjadi cikal bakal pengusaha-pengusaha tangguh tangguh untuk menjadikan Sabang sebagai motor perekonomian Aceh,” harapnya.

Sementara Ketua Hipmi Aceh, Fakhrizal Murphy dalam sambutannya berharap agar Pengurus Hipmi Sabang segera melakukan konsilidiasi organisasi. “Lakukan penyusunan program singkat yang strategis. Sekretariat harus hidup,” katanya. Fakhrizal kemarin melantik pengurus Hipmi Kota Sabang Masa Bakti 2011-2014 yang diketuai oleh Nazarullah dan sekretaris umum Mirzan Fuadi Yacoub di aula Bapeda Kota Sabang. Pengukuhan tersebut ditandai dengan penyerahan Pataka dan dihadiri oleh Walikota Sabang yang diwakili oleh Asaisten II Pemko Sabang, Syafruddin.(yos)

Sumber : http://aceh.tribunnews.com/news/view/59563/kemajuan-sabang-ada-di-tangan-pengusaha

07 November 2010

CATUR OPEN SUMATERA 2010 DI SABANG

Percasi Sabang bakal menggelar kejuaraan Catur Open Sumatera Piala Wali Kota Sabang 2010 pada 3-8 Desember mendatang. Kejuaraan ini bakal memperebutkan hadiah sebesar Rp 32,5 Juta. Kejuaraan bakal digelar di Gedung Dekranasda Sabang, Komplek Sabang Fair, Ujong Asam, Kuta Barat, Kec. Sukakarya.

Ketua Percasi Sabang, Harjuna Ishak dalam rilisnya mengatakan Kejuaraan Catur Open Sumatera ini mempertandingkan kategori Senior/Umum, Junior Putra Usia 16 tahun dan Junior Putri di bawah 16 tahun. Kategori senior diberlakukan system Swiss 9 Babak sedangkan Junior menggunakan system Swiss 7 Babak. Harjuna menyebutkan,even ini bakal diikuti para pecatur unggulan dari seluruh Sumatera maupun kabupaten/kota di Aceh.

Even yang mulai bergulir sejak tahun 2003 ini digelar selain untuk meningkatkan prestasi juga menggalakkan kunjungan wisata ke Sabang. Pendaftaran dibuka mulai Senin (8/11). Untuk pendaftaran dan informasi lebih lanjut hubungi : Harjuna (0852 770 72 001).

28 Oktober 2010

WISKUL AYAM REBEKA DI SABANG

Seorang benar-benar bingung ketika saya mengajaknya makan di RM Murah Raya, Selasa (26/10) lalu. Maklum, dia baru datang dari Banda Aceh dan siang itu saya tawari dia makan Ayam Rebeka. Sesaat kemudian penjaga warung menghantarkan seporsi Ayam Rebeka, yang tak lain adalah masakan ayam bumbu kari khas Aceh. Yang bikin masakan ini terasa special ya karena Rebekanya itu.

Teman saya, benar-benar tambah bingung. Sesaat kemudian dia bisa tertawa lepas, setelah saya beri tahu kalau Ayam Rebeka itu sebenarnya singkatan dari "Ayam Reubong Kala" (tunas pohon kala). Cita rasanya agak beda memang. Saya sendiri setiap kali mengecap masakan ini membuat saya ingat pada masakan di dataran tinggi Gayo. Di sana, bukan hanya tunas/rebung atau reubong, daun Kala juga disantap sebagai sayuran yang punya cita rasa yang khas.

Jika ingin mengecapkan ayam ini, Anda tak perlu bayar mahal. Satu porsi cuma bakal menguras kantong Anda sebesar RPp 15 Ribu saja. Nah, giliran menyantapnya nih, buat saya yang paling menantang di lidah itu justru rebung kalanya yang sudah diresapi bumbu kari. Rebungnya sudah dipotong tipis-tipis, lembut dan gampang dikunyah. Hmmm….tak gampang membayanginya memang..Tapi jujur cita rasanya enak…sekali.

Di warung Ayam Rebeka awalnya hanya disajikan sebagai menu eksebisi, si pemilik warung mau mengetes selera para pelanggannya. Ternyata, setelah diperkenalkan pertama kali, Ayam Rebeka benar-benar diminati pelanggannya. Barulah kemudian, menu Ayam Rebeka tampil sebagai menu tetap di warung ini. Mencari masakan Ayam Reubong Kala di Sabang selain di RM Murah Raya juga tersedia di Café Belia KNPI Sabang.

Nah, kalau lagi berwisata di Sabang, jang sampai ketinggalan mencicipi Ayam Rebeka. Apalagi buat Wiskul (Wisata Kuliner) mania. Makanya, saya merekomendasikan untuk mencicipi masakan satu ini. (kpw)

10 September 2010

Ayo Bicara Soal Ekonomi Sabang

::Bagian Pertama::

Saya ingin mendengar orang-orang penting di Sabang berbicara soal pembangunan ekonomi. Tentang bagaimana mengentaskan kemiskinan, menyediakan pekerjaan kepada banyak pengangguran. Dan memotivasi pengangguran hardcore dengan mengidupkan training centre, tempat di mana mereka dapat digembleng menjadi individu yang memiliki skill untuk bekerja dan menghasilkan pendapatan.

Kondisi krisis kemajuan dan pembangunan di Sabang hari-hari ini seharusnya menjadi tantangan bagi pemerintah, swasta dan masyarakat untuk mencarikan solusi dalam mengantisipasi tren dan kemajuan Sabang di masa depan. Perlu digarisbawahi, kemajuan Sabang masa di depan ditentukan oleh proses yang dipersiapkan sejak hari ini. Jika tidak ada sesuatu proses pun yang diupayakan untuk itu, maka kita tidak mungkin mengharapkan kemajuan bisa datang dengan begitu saja.

Data statistik tentang kemiskinan dan pengangguran harus benar-benar dijadikan sebagai basis pengambilan keputusan dalam setiap merencanakan pembangunan. Pemerintah harus memiliki target dan program yang terukur dan tepat sasaran untuk mengurangi angka kemiskinan sebesar 20 persen (data BPMKB dan PP Kota Sabang). Dengan demikian pembangunan ekonomi dikerahkan untuk menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan pendapatan bagi keluarga miskin baik di pedesaan maupun di perkotaan.

Kita patut bersyukur, ketika mendengar kabar baik soal RPP Pelimpahan Kewenangan dari Pemerintah kepada Dewan Kawasan Sabang akan segera ditandatangani oleh Presiden SBY. Jika benar, RPP ini nantinya terbit menjadi PP, maka seluruh komponen di Sabang harus melangkah ke depan mengeksploitasi peluang bisnis yang ada untuk dikembangkan di Kawasan Sabang.

Dari momen ini sebenarnya, pembicaraan tentang ekonomi kian relevan untuk terus digalakkan. Kita tidak akan kemana-mana dengan anggaran APBK Rp 320 Milyar plus DIPA BPKS sebesar Rp 400 Milyar, jika peluang-peluang ekonomi dan sisi kompetitif kawasan Sabang tidak bisa dieksploitasi untuk kemakmuran masyarakat Sabang khususnya, masyarakat Aceh dan Indonesia pada umumnya.

Ada banyak peluang yang dimiliki Kawasan Sabang yang hingga kini belum digarap maksimal. Penempatan posisi Sabang pelabuhan hub internasional sebenarnya bisa mendongkrak ekonomi daerah ini, tetapi tidak dapat dipungkiri untuk mencapai tahap beroperasinya pelabuhan hub masih butuh waktu dan dana yang tidak sedikit. Menurut Kepala BPKS Ruslan Abdul Gani, minimal butuh dana hingga Rp 40 Triliun untuk menggerakkan sector pelabuhan bebas Sabang. Sehingga untuk mengantisipasi ekspektasi dan harapan masyarakat, dalam jangka pendek dan menengah cukup tepat jika mengacu pada pandangan Wakil Gubernur Muhammad Nazar yang memposisikan Sabang dengan keunggulan di sector pariwisata dan industri pemrosesan (processing industry).

Pembangunan ekonomi mengharuskan semua komponen yang ada di Sabang untuk menggerakkan berbagai sector unggulan yang ada, supaya lebih produktif dan kompetitif. Sektor perikanan yang selama ini hanya mengandalkan perikanan tangkap perlu dibarengi dengan kreatifitas nelayan dan UKM untuk memproses menjadi produk bernilai tambah (value added). Demikian halnya pembangunan sector pariwisata, perlu dirancang kebijakan yang merangsang tumbuhnya investasi sekala kecil menengah. Dimana investasi ini diharapkan dapat menciptakan peluang kerja (job opportunity) dan pertumbuhan ekonomi serta pendapatan daerah.

Hal ini penting dikedepankan, karena selama lima tahun terakhir investasi di sektor pariwisata kendati tidak menunjukkan tren negatif, pertumbuhannya masih melamban. Tidak terintegrasinya pasar wisata yang ada di daerah membuat pola penjualan produk wisata tidak memiliki sinergi yang tepat dalam memikat maupun menjaring wisatawan luar maupun dalam negeri. (bersambung)

14 Juli 2010

Lomba Foto Pariwisata

Buat yang hobi fotografi, ada kesempatan baik ini untuk membuktikan kalau foto yang kamu buat itu layak dibawa ke kontes. Nah, baru-baru ini badan pariwisata PBB (UNWTO) mengadakan lomba foto internasional bertajuk Tourism Day Photo Competition, temanya seputar pariwisata dan keanekaragaman hayati. Keanekaragaman hayati (biodiversity) dinilai memiliki kaitan yang erat dengan sector pariwisata. Kelestarian lingkungan menjadi factor pendukung bagi berkelanjutannya pariwisata di seluruh dunia.

Pesertanya gak terbatas lo. Siapa saja boleh ikut, asal punya kamera tentunya he he. Pakai kamera pinjaman juga boleh, yang pentingkan fotonya. Makanya, kalau lagi jalan-jalan di dekat obyek wisata dan lingkungan jangan cuma "sangak" aja, mending dijepret aja. Kalau mau tau infor lengkapnya, berikut cara mengirimnya, sila aja klik link ini : http://www.unwto.org/worldtourismday/photocompetition/home_photo.php

Saya doakan lo mudah-mudahan ada yang dari Indonesia yang jadi juara. Tapi, jangan lupa doakan saya juga ya. Pasalnya, hadiah pertama bisa jalan-jalan ke China.Bukan itu aja, empat orang runner up bisa dapat kamera digital. wiuh…pingin kirim segera ni.