VISIT PULAU WEH
27 Februari 2012
Seaburn Legend Singgahi Sabang
| Reaksi: |
24 Februari 2012
Visa Survey: Indonesia faces bright tourism prospects
| Reaksi: |
15 Juli 2011
SABANG DESTINASI BARU WISATAWAN EROPA

oleh Halim El Bambi
KOPENHAGEN (14/07/2011) - Direktur Assosiasi Tour dan Travel Denmark Lars Thykier menerima kunjungan Wali Kota Sabang Munawar Liza Zainal di kantornya di Kopenhagen Selasa (13/07) pukul 15.00 waktu setempat. Pada pertemuan tersebut Lars Thykier didampingi perwakilan perusahaan penerbangan Singapore Airlines Trine Jacko dan Thai Airway, Flemming Sonne. Sedangkan Munawar Liza didampingi Deputi Umum BPKS Lukman Age, Kepala Bidang Promosi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Sabang M. Ali Taufik, Ketua Rumoh Aceh Internasional Fauzi Umar serta tokoh masyarakat Aceh Denmark Zulkifli Yahya.
Munawar Liza menyampaikan bahwa pertemuan dengan pihak Assosiasi Tour dan Travel serta perusahaan penerbangan di Denmark dimaksudkan untuk mempromosikan potensi alam dan pariwisata Aceh khususnya Sabang kepada masyarakat Eropa. “Tour agency dan perusahaan penerbangan merupakan jaringan penting yang harus dibina untuk memajukan suatu kawasan pariwisata” kata Munawar.
Dalam pertemuan itu, Lars Thykier menyambut baik gagasan Walikota Sabang dan menyampaikan bahwa Sabang merupakan destinasi baru bagi turis di Eropa yang sangat potensial untuk dikembangkan. Lars juga menambahkan bahwa sebagai destinasi baru semua stakeholder pariwisata di Sabang perlu kerja keras untuk membangun jaringan yang kuat yang memperkenalkan Sabang ke masyarakat dunia. Sementara di Sabang sendiri, infrastruktur seperti penerbangan langsung dan fasilitas pendukung lainnya juga perlu disiapkan dengan baik.
Assosiasi Tour dan Travel Denmark juga mengundang Pemerintah Kota Sabang untuk berpartisipasi dalam program-program promosi yang mereka laksanakan, yang menurut Lars sangat strategis dalam memperkenalkan Sabang secara lebih jauh kepada dunia pariwisata di Eropa.
Diterima Duta Besar RI untuk Denmark
Sebelumnya delegasi Pemko Sabang, BPKS dan House of Aceh diterima Duta Besar RI untuk Denmark dan Lituania Abdul Rahman Saleh di kantor Kedubes RI di Kopenhagen. Munawar secara khusus menyampaikan pesan khusus Gubernur Aceh Irwandi Yusuf agar pihak kedutaan juga turut membantu mempromosikan potensi sumberdaya alam dan pariwisata Aceh kepada masyarakat Eropa. Abdul Rahman Saleh yang juga mantan Jaksa Agung tersebut menyambut baik harapan tersebut dan menyatakan siap untuk membantu dan mempromosikan Aceh pada masyarakat Eropa.
Selain itu pihak kedutaan juga menawarkan kerjasama untuk menggalakkan investasi pengusaha di Eropa ke Sabang, mengingat Sabang merupakan kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas yang tentunya akan menarik minat banyak investor menanamkan modalnya di Aceh. Tawaran ini disambut positif oleh delegasi Aceh dan berniat akan menyusun misi investasi yang lebih komprehensif dengan melibatkan pengusaha lokal di masa yang akan datang.(FU/HELB-Network).
Sumber : http://www.facebook.com/notes/halim-el-bambi/sabang-destinasi-baru-wisatawan-eropa/10150259094108153
Artikel terkait :
Kemajuan Sabang Ditangan Pengusaha
Empat peluang invstasi sektor pariwisata di Sabang
| Reaksi: |
25 Juni 2011
Kemajuan Sabang ada di Tangan Pengusaha
“Sesuai temanya, Perdagangan Bebas Sabang Sebagai Investasi Menumbuh Semangat Saudagar, maka salah satu kunci kesuksesan Sabang adalah pengusaha yang tangguh,” kata Islamuddin ST, sebagaimana isi siaran pers yang diterima Serambi, Sabtu (25/6) Dikatakan, dengan telah terbentuknya organisasi pengusaha ini, diharapkan salah satu kunci utama kesuksesan pengembangan Sabang ke depan. “Pengusaha muda Sabang kita harapkan akan menjadi cikal bakal pengusaha-pengusaha tangguh tangguh untuk menjadikan Sabang sebagai motor perekonomian Aceh,” harapnya.
Sementara Ketua Hipmi Aceh, Fakhrizal Murphy dalam sambutannya berharap agar Pengurus Hipmi Sabang segera melakukan konsilidiasi organisasi. “Lakukan penyusunan program singkat yang strategis. Sekretariat harus hidup,” katanya. Fakhrizal kemarin melantik pengurus Hipmi Kota Sabang Masa Bakti 2011-2014 yang diketuai oleh Nazarullah dan sekretaris umum Mirzan Fuadi Yacoub di aula Bapeda Kota Sabang. Pengukuhan tersebut ditandai dengan penyerahan Pataka dan dihadiri oleh Walikota Sabang yang diwakili oleh Asaisten II Pemko Sabang, Syafruddin.(yos)
Sumber : http://aceh.tribunnews.com/news/view/59563/kemajuan-sabang-ada-di-tangan-pengusaha
| Reaksi: |
07 November 2010
CATUR OPEN SUMATERA 2010 DI SABANG
Ketua Percasi Sabang, Harjuna Ishak dalam rilisnya mengatakan Kejuaraan Catur Open Sumatera ini mempertandingkan kategori Senior/Umum, Junior Putra Usia 16 tahun dan Junior Putri di bawah 16 tahun. Kategori senior diberlakukan system Swiss 9 Babak sedangkan Junior menggunakan system Swiss 7 Babak. Harjuna menyebutkan,even ini bakal diikuti para pecatur unggulan dari seluruh Sumatera maupun kabupaten/kota di Aceh.
Even yang mulai bergulir sejak tahun 2003 ini digelar selain untuk meningkatkan prestasi juga menggalakkan kunjungan wisata ke Sabang. Pendaftaran dibuka mulai Senin (8/11). Untuk pendaftaran dan informasi lebih lanjut hubungi : Harjuna (0852 770 72 001).
| Reaksi: |
28 Oktober 2010
WISKUL AYAM REBEKA DI SABANG
Seorang benar-benar bingung ketika saya mengajaknya makan di RM Murah Raya, Selasa (26/10) lalu. Maklum, dia baru datang dari Banda Aceh dan siang itu saya tawari dia makan Ayam Rebeka. Sesaat kemudian penjaga warung menghantarkan seporsi Ayam Rebeka, yang tak lain adalah masakan ayam bumbu kari khas Aceh. Yang bikin masakan ini terasa special ya karena Rebekanya itu.
Teman saya, benar-benar tambah bingung. Sesaat kemudian dia bisa tertawa lepas, setelah saya beri tahu kalau Ayam Rebeka itu sebenarnya singkatan dari "Ayam Reubong Kala" (tunas pohon kala). Cita rasanya agak beda memang. Saya sendiri setiap kali mengecap masakan ini membuat saya ingat pada masakan di dataran tinggi Gayo. Di sana, bukan hanya tunas/rebung atau reubong, daun Kala juga disantap sebagai sayuran yang punya cita rasa yang khas.
Jika ingin mengecapkan ayam ini, Anda tak perlu bayar mahal. Satu porsi cuma bakal menguras kantong Anda sebesar RPp 15 Ribu saja. Nah, giliran menyantapnya nih, buat saya yang paling menantang di lidah itu justru rebung kalanya yang sudah diresapi bumbu kari. Rebungnya sudah dipotong tipis-tipis, lembut dan gampang dikunyah. Hmmm….tak gampang membayanginya memang..Tapi jujur cita rasanya enak…sekali.
Di warung Ayam Rebeka awalnya hanya disajikan sebagai menu eksebisi, si pemilik warung mau mengetes selera para pelanggannya. Ternyata, setelah diperkenalkan pertama kali, Ayam Rebeka benar-benar diminati pelanggannya. Barulah kemudian, menu Ayam Rebeka tampil sebagai menu tetap di warung ini. Mencari masakan Ayam Reubong Kala di Sabang selain di RM Murah Raya juga tersedia di Café Belia KNPI Sabang.
Nah, kalau lagi berwisata di Sabang, jang sampai ketinggalan mencicipi Ayam Rebeka. Apalagi buat Wiskul (Wisata Kuliner) mania. Makanya, saya merekomendasikan untuk mencicipi masakan satu ini. (kpw)
| Reaksi: |
10 September 2010
Ayo Bicara Soal Ekonomi Sabang
::Bagian Pertama::
Saya ingin mendengar orang-orang penting di Sabang berbicara soal pembangunan ekonomi. Tentang bagaimana mengentaskan kemiskinan, menyediakan pekerjaan kepada banyak pengangguran. Dan memotivasi pengangguran hardcore dengan mengidupkan training centre, tempat di mana mereka dapat digembleng menjadi individu yang memiliki skill untuk bekerja dan menghasilkan pendapatan.
Kondisi krisis kemajuan dan pembangunan di Sabang hari-hari ini seharusnya menjadi tantangan bagi pemerintah, swasta dan masyarakat untuk mencarikan solusi dalam mengantisipasi tren dan kemajuan Sabang di masa depan. Perlu digarisbawahi, kemajuan Sabang masa di depan ditentukan oleh proses yang dipersiapkan sejak hari ini. Jika tidak ada sesuatu proses pun yang diupayakan untuk itu, maka kita tidak mungkin mengharapkan kemajuan bisa datang dengan begitu saja.
Data statistik tentang kemiskinan dan pengangguran harus benar-benar dijadikan sebagai basis pengambilan keputusan dalam setiap merencanakan pembangunan. Pemerintah harus memiliki target dan program yang terukur dan tepat sasaran untuk mengurangi angka kemiskinan sebesar 20 persen (data BPMKB dan PP Kota Sabang). Dengan demikian pembangunan ekonomi dikerahkan untuk menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan pendapatan bagi keluarga miskin baik di pedesaan maupun di perkotaan.
Kita patut bersyukur, ketika mendengar kabar baik soal RPP Pelimpahan Kewenangan dari Pemerintah kepada Dewan Kawasan Sabang akan segera ditandatangani oleh Presiden SBY. Jika benar, RPP ini nantinya terbit menjadi PP, maka seluruh komponen di Sabang harus melangkah ke depan mengeksploitasi peluang bisnis yang ada untuk dikembangkan di Kawasan Sabang.
Dari momen ini sebenarnya, pembicaraan tentang ekonomi kian relevan untuk terus digalakkan. Kita tidak akan kemana-mana dengan anggaran APBK Rp 320 Milyar plus DIPA BPKS sebesar Rp 400 Milyar, jika peluang-peluang ekonomi dan sisi kompetitif kawasan Sabang tidak bisa dieksploitasi untuk kemakmuran masyarakat Sabang khususnya, masyarakat Aceh dan Indonesia pada umumnya.
Ada banyak peluang yang dimiliki Kawasan Sabang yang hingga kini belum digarap maksimal. Penempatan posisi Sabang pelabuhan hub internasional sebenarnya bisa mendongkrak ekonomi daerah ini, tetapi tidak dapat dipungkiri untuk mencapai tahap beroperasinya pelabuhan hub masih butuh waktu dan dana yang tidak sedikit. Menurut Kepala BPKS Ruslan Abdul Gani, minimal butuh dana hingga Rp 40 Triliun untuk menggerakkan sector pelabuhan bebas Sabang. Sehingga untuk mengantisipasi ekspektasi dan harapan masyarakat, dalam jangka pendek dan menengah cukup tepat jika mengacu pada pandangan Wakil Gubernur Muhammad Nazar yang memposisikan Sabang dengan keunggulan di sector pariwisata dan industri pemrosesan (processing industry).
Pembangunan ekonomi mengharuskan semua komponen yang ada di Sabang untuk menggerakkan berbagai sector unggulan yang ada, supaya lebih produktif dan kompetitif. Sektor perikanan yang selama ini hanya mengandalkan perikanan tangkap perlu dibarengi dengan kreatifitas nelayan dan UKM untuk memproses menjadi produk bernilai tambah (value added). Demikian halnya pembangunan sector pariwisata, perlu dirancang kebijakan yang merangsang tumbuhnya investasi sekala kecil menengah. Dimana investasi ini diharapkan dapat menciptakan peluang kerja (job opportunity) dan pertumbuhan ekonomi serta pendapatan daerah.
Hal ini penting dikedepankan, karena selama lima tahun terakhir investasi di sektor pariwisata kendati tidak menunjukkan tren negatif, pertumbuhannya masih melamban. Tidak terintegrasinya pasar wisata yang ada di daerah membuat pola penjualan produk wisata tidak memiliki sinergi yang tepat dalam memikat maupun menjaring wisatawan luar maupun dalam negeri. (bersambung)
| Reaksi: |
14 Juli 2010
Lomba Foto Pariwisata
Buat yang hobi fotografi, ada kesempatan baik ini untuk membuktikan kalau foto yang kamu buat itu layak dibawa ke kontes. Nah, baru-baru ini badan pariwisata PBB (UNWTO) mengadakan lomba foto internasional bertajuk Tourism Day Photo Competition, temanya seputar pariwisata dan keanekaragaman hayati. Keanekaragaman hayati (biodiversity) dinilai memiliki kaitan yang erat dengan sector pariwisata. Kelestarian lingkungan menjadi factor pendukung bagi berkelanjutannya pariwisata di seluruh dunia.
Pesertanya gak terbatas lo. Siapa saja boleh ikut, asal punya kamera tentunya he he. Pakai kamera pinjaman juga boleh, yang pentingkan fotonya. Makanya, kalau lagi jalan-jalan di dekat obyek wisata dan lingkungan jangan cuma "sangak" aja, mending dijepret aja. Kalau mau tau infor lengkapnya, berikut cara mengirimnya, sila aja klik link ini : http://www.unwto.org/worldtourismday/photocompetition/home_photo.php
Saya doakan lo mudah-mudahan ada yang dari Indonesia yang jadi juara. Tapi, jangan lupa doakan saya juga ya. Pasalnya, hadiah pertama bisa jalan-jalan ke China.Bukan itu aja, empat orang runner up bisa dapat kamera digital. wiuh…pingin kirim segera ni.
| Reaksi: |